5.19.2011

what, when, why, whom, how much, how many, who, how

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran ( Consumers Behaviour: Theory and Application in Marketing).

see also: my best lecture, Ujang Sumarwan, Ph.D.


1. “Perhatian” merupakan tahap pengolahan informasi yang kedua. Apa yang dimaksud dengan “perhatian”?
Jawab: perhatian adalah kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk
2. Mengapa tidak semua stimulus yang dipaparkan dan diterima konsumen akan memperoleh perhatian dan berlanjut dengan pengolahan stimulus tersebut?
Jawab: karena konsumen memiliki keterbatasan sumber daya kognitif untuk mengolah semua informasi yang diterimanya.
3. Perceptual selection adalah proses konsumen menyeleksi stimulus atau informasi mana yang akan diproses lebih lanjut. Ada berapa banyak faktor yang mempengaruhi perceptual selection. Sebutkan!
Jawab: faktor yang mempengaruhi perceptual selection ada dua yaitu faktor pribadi dan faktor stimulus.
4. Seberapa besarkah pengaruh voluntarily attention dalam mempengaruhi perhatian konsumen ? Jelaskan mengapa ?
Jawab: voluntarily attention adalah sifat konsumen yang secara sukarela memperhatikan segala informasi yang dijumpainya. Voluntarily attention berawal dari motivasi dan kebutuhan konsumen. Kebutuhan dan motivasi ini sangat mempengaruhi keingintahuan seseorang terhadap produk-produk yang diinginkannya sehingga dapat meningkatkan perhatian. Dalam hal ini voluntarily attention menjadi hal yang sangat penting, karena segala sesuatu hal adalah pertama-tama akibat dorongan dari dalam diri seseorang itu sendiri.
5. Siapakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengontrol dan memanipulasi stimulus agar dapat menarik perhatian konsumen?
Jawab: pemasar dan pengiklan.
6. Dimanakah letak iklan dalam majalah yang strategis agar lebih diperhatikan konsumen dengan melihat faktor stimulus position pada perhatian ?
Jawab: iklan yang diletakkan di halaman-halaman depan majalah akan lebih menarik perhatian dibandingkan dengan diletakkan pada halaman-halaman berikutnya dibelakang.
7. Kapan sebaiknya digunakan neon-neon yang berganti-ganti nama atau bergerak?
Jawab: pada malam hari
8. Dengan siapa biasanya produsen menarik perhatian konsumen agar konsumen lebih yakin terhadap produk-produk yang ditawarkan agar pihak tersebut dapat memberikan pesan yang menarik (attractive spokesperson)?
Jawab: selebriti, tokoh, dan para ekstekutif.

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, EKONOMI, DAN SOSIAL KONSUMEN

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran ( Consumers Behaviour: Theory and Application in Marketing).

see also: my best lecture, Ujang Sumarwan, Ph.D.


1. Apa itu karakteristik demografi, ekonomi, dan sosial konsumen?
Jawab
• Karekteristik demografi adalah hal-hal yang menunjukan atau menggambarkan karakteriktik yang khas suatu penduduk. Terbagi atas usia, agama, suku, dll.
• Karakteristik ekonomi adalah hal yang menggambarkan pendapat, pengeluaran rumah tangga, serta penggunaan kredit dan kartu kredit sebagai sumberdaya ekonomi konsumen.
• Karekteristik social konsumen adalah status yang menunjukan kedudukan konsumen dalam kelas social konsumen tertentu, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, interaksi dan politik.
2. Kenapa penting mempelajari karakteristik demografi, ekonomi, dan kelas sosial konsumen?
Jawab
Karene karakteristik demografi, ekonomi, dan social konsumen dapat menunjukan tingkat keinginan, persepsi, dan kebutuhan konsumen. Sehingga memudahkan pemasr dalam membuat strategi pemasaran suatu produk atau jasa. Produk dan jasa yang dipasarkan yang sesuai dengan ketiga karakteristik tersebut akan lebih mudah diterima oleh konsumen.
3. Apa beda demografi dan subbudaya?
Jawab
• Demografi adalah karakteristik yang membedakan masyarakat disuatu penduduk. Contohnya adalah demografi.
• Subbudaya adalah variable dari demografi yang menjelaskan demografi tersebut. Contohnya anak-anak, remaja, dewasa awal, dan lansia.
4. Kenapa kita perlu mengetahui detail demografi dan subbudaya?
Jawab
Dengan mengetahui detail demografi dan subbudaya maka untuk mengelompokkanatau segmentasi pasar terhadap konsumen. Detail demografi seperti usiadengan contoh subbudaya anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, maka produk yang dipasarkan atau kebutuhan konsumen berbeda-beda. Dengan demikian, pemasar dapat menyusun strategi yang sesuai dengan karekteristik demografi serta subbudaya konsumen sehingga produk dan jasa dapat diterima konsumen.
5. Gambarkan perbedaan sikap, persepsi, prilaku yang diamati, karena adanya subbudaya?
Jawab
Dengan adanya subbudaya maka perbedaan sikap, persepsi, dan perilaku yang diamati akan lebih banyak dan beranekaragam. Hal tersebut dikarenakan setiap orang bisa menjadi anggota dalam beberapa subbudaya. Misalnya: seorang remaja Sunda. Hal tersebut merupakan gambaran karakteristik dari demografi usia dan suku bangsa dengan subbudaya usia remaja dan suku Sunda. Indonesia yang memiliki berbagai macam suku bangsa budaya dan berbagai karakteristik demografi menyebabkan akan semakin banyak perbedaan persepsi, sikap dan perilaku antara orang yang satu dengan orang yang lain.
6. Mengapa data-data demografi dikumpulkan ke pemerintah dan mengapa 3 variabel yaitu usia, pendidikan dan pekerjaan, serta lokasi geografik penting dikumpulkan?
Jawab:
Data-data demografi yang disebutkan diatas sangat penting untuk diketahui pemerintah, agar pemerintah dapat mengetahui keadaan penduduknya dalam hal usia, pendidikan, pekerjaan dan lokasi geografi. Misalnya pada kondisi demografi usia, pemerintah dapat mengerahui usia dominan yang ada di Indonesia. Begitu juga untuk yang lainnya. Berdasarkan hal tersbeut maka pemerintah dapat menentukan berbagai kebijakan kepada berbagai produsen untuk memproduksi barang sesuai dengan kondisi demografi usia, pendidikan, pekerjaan dan lokasi geografi penduduk Indonesia pada umumnya.
7. Mengapa setiap warga negara memiliki pendidikan yang baik?
Jawab:
Pendidikan yang baik penting untuk berbagai hala. Pada kegiatan perilaku konsumsi, pendidikan penting agar:
- Masyarakat tidak mudah dibodohi dengan produk-produk yang ada
- Masyarakat lebih cerdas dalam menentukam produk yang akan diproduksi
- Masyarakat dapat memilih produk dengan tepat.
Tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi nilai-nilai yang dianutnya, cara berfikir, cara pandang bahkan persepsinya terhadap suatu masalah. Konsumen dengan pendidikan yang baik akan responsif terhadap informasi, sehingga pendidikan mempengaruhi konsumen dalam pemilihan produk dan merk. Dari sisi pemasaran, dengan pendidikan yang baik, pemasar dapat memahami kebutuhan konsumen dengan tingkat pendidikan berbeda.
8. Bagaimana anda melihat anak sebagai konsumen? Mengapa anak yang menjadi konsumen potensial?
Jawab
Anak membutuhkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, karena psikologis seorang anak ingin terus mencoba sesuatu yang baru, sehingga anak cendrung banyak menggunakan produk dan jasa yang baru.
9. Bagaimana anda melihat remaja sebagai konsumen? Mengapa remaja yang menjadi konsumen potensial?
Jawab
Remaja juga membutuhkan produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, karena psikologis seorang remaja ingin terus mencoba sesuatu yang baru, sehingga remaja juga cendrung banyak menggunakan produk dan jasa yang baru.
10. Mengapa pendapatan, pengeluaran, kredit masyarakat dan kartu kredit merupan karakteristik ekonomi yang penting?
Jawab
Karena pendapatan, kredit, dan kartu kredit merupakan sumber daya ekonomi konsumen yang penting. Dengan ke tiga hal tersebut, konsumen dapat mengkonsumsi produk dan jasa. Sedangkan pengeluaran merupakan indikator dari sumberdaya ekonomi itu sendiri, sehingga ke empat hal tersebut menjadi karakteristik penilaian ekonomi yang sangat penting.
11. Apa yang dimaksud dengan kelas sosial?, kenapa kelas sosial penting dari segi ekonomi dan bisnis?
Jawab
Kelas sosial adalah bentuk lain dari pengelompokan lain dari masyarakat ke dalam kelas yang berbeda dan berpengaruh tehdap jenis produk, jasa, dan merk yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat tertentu yang ada pada kelas sosial tertentu.
Karena setiap kelas sosial memiliki kecendrungan untuk memilih produk dan jasa yang sesuai dengan kelas sosialnya, sehingga kelas sosial dapat dijadikan acuan bagi pemasar dalam memasarkan produk atau jasa dan menyusun strategi bisnis.
12. Indikator apa yang mudah untuk melihat atau membedahkan seseorang dalam suatu kelas sosial?
Jawab
• Variabel ekonomi
- Status pekerjaan
- Pendapatan
- Harta benda
• Variabel interaksi
- Perstis individu
- Asosiasi
- sosialisasi
• Variabel politik
- Kekuasaan
- Kesadaran kelas
- Mobilitas
13. Bagaimana kelas sosial mahasiswa IPB?
Jawab
Kelas mahasiswa IPB beragam baik dari variable ekonomi, interaksi maupun politik. Dari variable ekonomi tergantung pendapatan/ uang saku yang diterima dari orang tua, beasiswa ataupun sumber lain. Pada variabel interaksi dapat dilihat dari posisi keorganisasian mahasiswa baik dalam organisasi formal ataupun informal. Pada variable politik pdari segi mobilitas terdapat kelas mahasisea yang bermobilitas tinggi dan kelas mahasiswa yang bermobilitas rendah.
14. Bagaimana pola konsumsi, persepsi, prilaku, dan sikap dari mahasiswa IPB yang termasuk kelas sosial atas?
Jawab
Menurut kelompok kami mahasiswa IPB terdiri dari kelas sosial menengah ke bawah, kelas sosial menengah ke atas. Perbedaan ini dapat dilihat. Pada kelas sosial atas pola konsumsi, persepsi, prilaku, dan sikap cendrung pada hal-hal yang lebih mewah.
Contohnya dalam memilih makanan akan melihat tempat, jenis makanan,yang cendrung terkesan elit misalnya makan di restoran- restoran ternama, PH, CFC, KFC, dll. Selain itu pada mahasiswa yang kelas sosial di atas akan memiliki benda-benda yang terkesan mewah seperti hp, motor. Bahkan mobil dengan merk yang ternama. Ini sangat berbeda pada mahasiswa yang menengah ke bawah lebih cendrung makan di warteg, bahkan di emperan, dan memiliki benda-benda yang terkesan mewah.

4.28.2011

BAB 8. BUDAYA (CHAPTER 8. CULTURE)

Summarized by: Gian Nubekti ( Majoring Community Nutrition of Human Ecology Faculty, Bogor Agricultural University
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran ( Consumers Behaviour: Theory and Application in Marketing).

see also: my best lecture, Ujang Sumarwan, Ph.D.



Konsumen adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang hidup bersama dengan orang lain, berinteraksi dengan sesamanya. orang-orang sekeliling inilah yang disebut sebagai lingkungan sosial konsumen. konsumen saling berinteraksi satu sama lain, saling mempengaruhi dalam bentuk perilaku, kebiasaan, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai yang dianggap penting. salah satu unsur lingkungan sosial adalah budaya (culture).
budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan, dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.

Sikap dan perilaku yang dipengaruhi budaya (Engel et al. 1995)
1. Kesadaran diri dan ruang (sense of self and space)
2. kOmunikasi dan bahasa
3. Pakaian dan penampilan
4. Makanan dan kebiasaan makan
5. Waktu dan kesadaran akan waktu
6. Hubungan keluarga, organisasi, dan lembaga pemerintahan
7. Nilai dan norma
8. Kepercayaan dan sikap
9. Proses mental dan belajar
10. Kebiasaan kerja

Unsur-unsur Budaya
- Nilai
Nilai adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat.
- Norma
Norma adalah aturan masyarakat tentang sikap baik dan buruk, tindakan yang boleh dan tidak boleh.
- Kebiasaan
Kebiasaan adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya
- LArangan
Larangan adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat.
- Konvensi
konvensi menggambarkan norma dalam kehidupan sehari-hari. konvensi menggambarkan anjuranatau kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak.
- Mitos
Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat.
- Simbol
Simbol adalah segala sesuatu (benda, nama, warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya (makna budaya yang diinginkan).

Pengaruh budaya terhadap perilaku konsumen
Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. makna budaya adalah nilai-nilai, norma-norma, dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk kemudian dipindahkan ke konsumen.
Makna budaya atau makna simbolik yang telah melekat kepada produk akan dipindahkan kepada konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian (grooming ritual), dan pembuangan (divestment ritaul.

Budaya Populer
Mowen dan Minor (1998) mengartikan budaya populer sebagai budaya masyarakat banyak, seperti antara lain:
1. Iklan
2. Televisi
3. Musik
4. Radio
5. Pakaian dan Asesoris
6. Permainan
7. Film
8. Komputer

Bab 7. Sikap Konsumen (Chapter 7. Consumer Attitude)

Summarized by: Gian Nubekti ( Majoring Community Nutrition of Human Ecology Faculty, Bogor Agricultural University
Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran ( Consumers Behaviour: Theory and Application in Marketing).

see also: my best lecture, Ujang Sumarwan, Ph.D.






Definisi
Sikap konsumen adalah faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen dan dapat diartikan sebagai evaluasi dari seseorang. Engel, Blackwell, dan Miniard (1993) menyatakan bahwa sikap menunjukkan apa yang konsumen sukai dan yang tidak disukai. Definisi tersebut menggambarkan pandangan kognitif dari psikolog sosial, dimana sikap dianggap memiliki tiga unsur yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (emosi dan perasaan), dan konatif (tindakan).
Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek apakah disukai atau tidak, dan sikap juga bisa menggambarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut.

Karakteristik sikap
Beberapa karakteristik sikap diantaranya:
1) Sikap memiliki objek
2) Konsistensi sikap
3) Sikap bisa positif, negatif, dan netral
4) Dapat dibedakan berdasarkan intensitasnya
5) Resistensi sikap
6) Persistensi sikap
7) Keyakinan sikap, dan
8) Sikap dan situasi

Fungsi dan strategi mengubah sikap konsumen
Daniel Katz (1960) mengemukakan empat fungsi dari sikap, yaitu:
1) Fungsi Utilitarian
2) Fungsi Mempertahankan Ego
3) Fungsi Ekspresi Nilai
4) Fungsi Pengetahuan
sedangkan strategi mengubah sikap konsumen diantaranya:
1) Kombinasi beberapa fungsi
2) Mengasosiasikan produk dengan sebuah kelompok atau peristiwa
3) Memecahkan konflik dua sikap yang berlawanan
4) Mengubah evaluasi relatif terhadap atribut
5) Mengubah kepercayaan merek

Model sikap
1. Model Tiga Komponen
Menurut tricomponent attitude model, sikap terdiri atas tiga komponen:
1) Kognitif, menggambarkan pengetahuan dan persepsi terhadap suatu objek dan sikap yang diperoleh melalui pengalaman langsung dari objek sikap tersebut dan informasi dari berbagai sumber lainnya.
2) Afektif, menggambarkan perasaan dan emosi seseorang terhadap suatu produk atau merek yang merupakan evaluasi menyeluruh terhadap objek sikap (produk atau merek).
3) Konatif, menggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan objek sikap dan biasanya mengungkapkan keinginan membeli dari seorang konsumen (intention to buy).
2. Model Sikap Multiatribut Fishbein
Merupakan pengukuran sikap yang paling populer yang digunakan oleh para peneliti konsumen. Model ini terdiri atas tiga model:
a) The attitude-toward-object model, digunakan untuk mengukur sikap konsumen terhadap suatu produk (pelayanan/jasa) atau berbagai merek produk
b) The attitude-toward-behaviour model
c) The theory of reasoned-action model
Model sikap multiatribut menjelaskan bahwa sikap konsumen terhadap suatu objek sikap sangat ditentukan oleh sikap konsumen terhadap atribut-atribut yang dievaluasi. Selain itu, model ini menekankan adanya salience of attributes, dimana salience berarti tingkat kepentingan yang diberikan konsumen kepada sebuah atribut. Model tersebut menggambarkan bahwa sikap konsumen terhadap suatu produk atau merek ditentukan oleh dua hal, yaitu kepercayaan terhadap atribut yang dimiliki produk atau merek (komponen bi), dan evaluasi pentingnya atribut dari produk tersebut (komponen ei) yang digambarkan pada formula berikut:
A0 = ∑ bi.ei
Keterangan:
A0 = Sikap terhadap suatu objek
Bi = Kekuatan kepercayaan bahwa objek tersebut memiliki atribut I
Ei = Evaluasi terhadap atribut I
N = Jumlah atribut yang dimiliki objek
3. Model Sikap Angka Ideal
Model ini memberikan informasi mengenai sikap konsumen terhadap merek suatu produk dan sekaligus bisa memberikan informasi mengenai merek ideal yang dirasakan konsumen. Perbedaannya dengan Fishbein dan Ideal adalah terletak pada pengukuran sikap ideal menurut konsumen dimana Fishbein tidak mengukur sikap ideal menurut konsumen. Model ini digambarkan pada formula berikut:
Ab = ∑ Wi |Ii – Xi|
Keterangan:
Ab = Sikap terhadap suatu merek
Wi = Tingkat kepentingan atribut ke I
Ii = Performansi ideal atribut ke I
Xi = Kepercayaan terhadap atribut ke I dari suatu merek
N = Jumlah atribut yang dievaluasi oleh konsumen

BAB 6. Pengetahuan Konsumen (Chapter 6. Consumer Knowledge)

Summarized by: Gian Nubekti ( Majoring Community Nutrition of Human Ecology Faculty, Bogor Agricultural University
Based on Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran ( Consumers Behaviour: Theory and Application in Marketing).

see also: my best lecture, Ujang Sumarwan, Ph.D.




definisi
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa, serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.

Pengetahuan konsumen
Untuk pengetahuan yang lebih aplikatif dalam pemasaran, Engel, Blackwell, dan Miniard (1995) membaginya dalam tiga macam, yaitu:
a) Pengetahuan produk
b) Pengetahuan pembelian, dan
c) Pengetahuan pemakaian.

Tingkat pengetahuan produk
Menurut Peter dan Olson (1999), konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk yang berbeda. Pengetahuan ini meliputi kelas produk, bentuk produk, merek, dan model/fitur.

Pengetahuan Produk
Peter dan Olson juga membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu:
1) Pengetahuan tentang Karakteristik atau Atribut Produk. Dibedakan ke dalam atribut fisik dan atribut abstrak. Atribut fisik menggambarkan ciri-ciri fisik dari suatu produk, atribut abstrak menggambarkan karakteristik subjektif dari suatu produk berdasarkan persepsi konsumen.
2) Pengetahuan tentang Manfaat Produk. Konsumen akan merasakan dua jenis manfaat yaitu manfaat fungsional dan manfaat psikososial. Manfaat fungsional adalah manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis. Manfaat psikososial adalah aspek psikologis (perasaan, emosi, mood) dan aspek sosial (persepsi konsumen terhadap pandangan orang lain terhadap dirinya) yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk. Manfaat suatu produk dapat dijadikan dasar untuk melakukan segmentasi pasar yang disebut sebagai benefit segmentation. Manfaat negatif bagi konsumen dari mengkonsumsi/tidak mengkonsumsi suatu produk dirasakan berdasarkan persepsi mengenai manfaat produk tersebut yang disebut persepsi risiko, terdiri dari risiko fungsi, risiko keuangan, risiko fisik, risiko psikologis, risiko sosial, risiko waktu, dan risiko hilangnya kesempatan.
3) Pengetahuan tentang Kepuasan yang Diberikan Produk bagi Konsumen.

Pengetahuan pembelian

Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk, dan penempatan produk. Perilaku membeli dengan urutan:
1) Store Contact, meliputi tindakan mencari, pergi, dan memasuki toko/outlet
2) Product Contact, meliputi mencari lokasi produk, mengambil produk, dan membawa ke kasir
3) Transaction, konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit, kartu debet, atau alat pembayaran lainnya
.
Pengetahuan pemakaian
Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen. Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk.